Rumah Singgah Lombok Backpacker

Sejak tahun 2012 Banyak kawan saya dari berbagai daerah datang ke Lombok, untuk membantu dan menghemat biaya akomodasi penginapan, mereka saya persilahkan menginap di kamar kecil gubuk saya jika mereka bekenan. Sebuah kamar sederhana persegi empat bercat biru dengan luas tak lebih dari 3 x 4 meter saja. Hanya muat 3 orang di kamar kecil itu. Saya hanya boleh menampung lelaki saja, maaf kawan perempuan tidak bisa kami izinkan menginap dirumah oleh kedua orang tua saya di rumah.  Tidak bisa, karena Aturan agama dan adat Lombok tidak memperbolehkan itu. Tidak baik seorang wanita menginap di rumah lelaki, walaupun berbeda kamar. Kawan wanita dapat mencari penginapan di kota mataram atau tempat yang lain.

teras rumah singgah
teras rumah singgah

Okeylah jika hanya 3 orang kawan lelaki bisa menginap di kamar saya, namun bagaimana jika 5 hingga 10 orang yang datang dan bagaimana saya bisa membantu mereka ?

Fikiran semacam ini sering kali datang, perasaan menyesal karena tak dapat berguna membantu sahabat dari luar daerah yang datang ke Lombok untuk berlibur.

Sejak dulu didikan dari kedua orangtua, saya telah terbiasa mengatakan Iya pada setiap orang yang meminta tolong, walau terkadang itu sebenarnya tak bisa saya lakukan. Tapi saya berusaha memaksakan diri untuk bisa, menjemput kawan di pelabuhan Lembar, mengantar kawan ke Bandara dengan roda dua. Jangan membanya kawan. Tidaklah baik seorang tuan rumah meminta imbalan kepada tamunya. Islam mengajarakan agar memuliakan tamu, memberi hidangan terbaik untuk tamunya, memberi senyum,ramah kepada tamunya. Siapapun tamunya, muslim ataupun tidak, kami di perintah untuk menghormati tamu. Rasullulloh saw berpesan begitu, jadi jangan tukar persahabatan yang saya tawarkan dengan nilai mata uang. Dengan sok kaya ucapan ini saya ucapkan kepada sahabat yang silih berganti datang menginap di rumah orangtua saya di Gerung. Mensimulasi otak bahwa rezeki itu adalah memberi, menegaskan pada diri bahwa rezeki itu bukan tentang uang tapi punya banyak sahabat.

Hingga pada awal tahun 2014, setelah resefsi pernikahan saya selesai. Kabar dari salahsatu kawan di komunitas Lombok backpacker yang sungguh mulia hatinya.

“om Duta, saya ada rumah dimataram, tidak terlalu bagus, masih ada 4 kamar kosong yang bisa kawan-kawan backpacker beristirahat dan menginap disana. Ada Mamak dan bapak saya yang tinggal di rumah itu, alamatnya Jalan Bangil V no 6 BTN Taman baru Mataram. Agak dalam rumahnya dari Gapura Taman Baru., Silahkan jika ada kawan-kawan backpacker yang ingin sekedar singgah, numpang istiraha. Tapi ya rumah saya sederhana, jangan di samakan dengan homestay apalagi hotel, rumah tua yang saya harapkan dapat berguna kepada sahabat-sahabat kita. #ichwan setiawan akhir desember 2013.

Mulailah 1,2 orang datang ke rumah di jalan Bangil itu. Kesan mereka sungguh luar biasa, kesan yang di ungkapkan dalam Status Wall group Lombok backpacker. Efeks status itu merambat, menggurita, kawan yang lain datang dan menginap beberapa hari di rumah sederhana di Kawasan BTN Taman baru itu. Mamak dan Bapak Ihsan sang pemilik rumah membuat kawan-kawan yang menginap di rumah itu menangis oleh ketulusannya dalam memuliakan tamu. Sarapan dan kopi Lombok untuk memuliakan tamu dihidangkan, walau hanya sekedar berlauk mie instan dan telur dadar.

Cerita tentang rumah singgah Lombok backpacker baru saya buktikan pada awal februari 2014. Kesan pertama dengan Mamak pemilik rumah tidak dipungkiri, beliau sosok ibu yang sangat luar biasa, beruntunglah anak-anak lahir dari rahimnya, berbahagialah suami yang memperistrinya, beruntunglah saya berjumpa dengan beliau. Walau uban telah banyak mengambil usia mudanya, tetapi cukuplah kerutan garis di wajanya menjelaskan kepada saya bahwa beliau telah ditempa dengan begitu banyak musibah,ujian yang menguatkannya hingga kini.

11010588_10204800342424552_3758182408851108005_n

Kami ingin masamuda kami masih bisa berguna kepada oranglain duta.. begitu katanya  tulus.

Dirumah ini ada 8 kamar tidur, 1 untuk kami, 2 kamar sudah di isi oleh sahabat dari almarhum anak kami yang wafat. Daripada mereka menyewa rumah mahal, kami mengizinkan mereka tinggal disini, kami sudah menganggap mereka seperti anak kami sendiri. Anak kandung kami alhamdulillah telah cukup berhasil, ichwan sudah menjadi Pegawai negeri sipil, punya rumah sendiri, kakaknya menikah dan menetap bersama suaminya. Hanya si kecil Vita yang masih kuliah jurusan tehnik, doakan sama-sama ya semoga sehat dan lulus dengan nilai yang baik. Aaaamiin.

Jika ada kawan-kawan Duta dari luar daerah datang ke Lombok dan membutuhkan tempat tidur sekedar semalam dua malam silahkan saja. Bagi Mamak tamu adalah Malaikat, tamu membawa rezeki, bukan rezeki uang tapi rezeki yang lain seperti silaturahmi, silaturahmi yang berfaidah memanjangkan usia, memberikan kesehatan, dan kami bisa melakukan kebaikan,beribadah dari memuliakan tamu di hari tua kami.

Tentu kata-kata ini saja dengan apa yang ada didalam jiwa lelaki kurus ditahun 2012 yang hanya memiliki kamar kecil berwarna biru di Kota Gerung itu.

Rule Rumah Singgah
Rule Rumah Singgah

Hari melangkah, bulan berpindah, musim berganti.

Ratusan bahkan ribuan orang telah datang dan pergi dari rumah sederhana di Jalan Bangil V no  6 BTN Taman Baru mataram itu. Dari Kanada, Iran, Eropa, Australia, India, Malaysia, singapura, Taiwan, chili, Amerika, German, prancis, spanyol, aceh, medan hingga Papua, semua manusia yang datang di perlakukan sama oleh mamak dan bapak. Muslim,budha,Kristen,hindu, tak beragamapun kami hormati tanpa beda. Islam adalah rahmatan lilalamin, maka beliau mewujudkan kata rahmatalillamin itu dengan tindakan, tak perlu banyak berkata berkata, atau menjadi siapa-siapa cukup menjadi tuan rumah yang baik untuk semua manusia.

Juli 2015 saat tulisan ini terupload, saya baru saja pulang dari rumah singgah Lombok backpacker. Berjumpa dengan 4 kawan dari Malaysia yang baru kembali dari Puncak Rinjani, dan seorang kawan dari Surabaya. Menyambung silaturahmi, bercerita seru tentang kekaguman mereka pada Lombok, kebahagian mereka tentang sambutan dirumah singgah.

Ahhh jika saja di seluruh Daerah di Indonesia terdapat Rumah singgah yang lain seperti rumah singgah Lombok backpacker, salahsatu di tiap kota  berinisiatif memanfaatkan rumahnya bukan untuk menghasilkan uang untuk menyewakannya tetapi menampung para pejalan, cukuplah sekedar untuk tidur, mengisi energy hpnya, maupun menumpang mandi, tak harus rumah yang bagus, cukup ada atap teduh untuk bernaung,  hingga setiapo ke daerah itu kita memiliki seorang sahabat yang kediamannya bersedia di gunakan untuk melindungi para musafir, pecinta alam, para pencari jati diri dari perjalanan.

Ke Aceh kita punya tujuan saahabat berteduh, saat ke Medan lalau ada rumah singgah, ke padang, Palembang, ke Riau,Jakarta, ke Bandung, Yogya, semarang, Malang, Bali, Sumbawa, flores, Makassar, hingga ke raja ampat. Bukankah itu akan sangat luar biasa sekali, saat semua daerah ada rumah singgahnya, ketika persahabatan mengalahkan nominal kebahagian yang tertukar rupiah.

Impian yang terpelihara hingga kini didalam doa saya setiap hari.

Rumah singgah seperti sebuah miniatur bhineka tunggal ika Indonesia, hampir semua kawan dari Aceh hingga Papua telah singgah di rumah sederhana ini. siapapun boleh bertamu, dan istirahat di sana. Poto-poto dengan kesan dari mereka terpampang rapi di dinding rumah singgah, seolah berkata kepada Mamak dan Bapak ucapan yang sama “terimakasih”, Kalimat  itu sudah lebih dari cukup bagi kami daripada memberikan  oleh-oleh bagi mamak dan bapak.

Aturan yang mamak berlakukan sangat sederhana, menghargai tetangga, jangan pulang malam, saling menjaga satu sama lain, mengedukasi para anak muda agar menjadi pecinta alam bukan hanya tentang berlomba-lomba lebih banyak datang ke berbagai tempat wisata, tetapi mampu membaca masalah dan melakukan solusi terhadap masalah pada alam dari perjalan itu. Minimal masalah sampah di tempat wisata, agar mereka dilalukan pembersihan di tempat wisata yang dikunjungi tanpa memikirkan itu sampah siapa.  Rumah singgah memberikan kantong Plastik yang harus di bawa ke lokasi wisata, untuk di isi sampah yang mereka temui saat jalan-jalan. Edukasi daerah yang masih rawan, pantangan di sebuah objek wisata, tata krama di Lombok, hingga adat istiadat bertamu di Lombok.

Kegiatan Sosial saat Jalan jalan bersama
Kegiatan Sosial saat Jalan jalan bersama

Sering kali kami melakukan kerjasama kekeluargaan dengan nelayan, sopir angkut, porter, pemilik sewa alat pendakian rinjani, pedagang souvenir dan oleh-oleh khas Lombok, pemilik sewa motor agar bersedia memurahkan jasanya bagi kawan-kawan kami yang menggunakan jasa mereka. Dengan berlangganan seperti itu kami dapat membantu kawan-kawan pejalan untuk meminimalis budget jalan-jalannya mereka Lombok, penginapan yg gratis di rumah singgah, tranportasi, dan konsumsi yang lebih ekonomis. Jika bisa memurahkan Lombok untuk apa di mahalkan, jika bisa memudahkan sahabat kami menikmati Lombok untuk apa menyulitkannya.

Setiap malam jumat tak lupa kami berkumpul bersama untuk berdoa bersama-sama. Sholat isaya berjamaah, dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an, tak melulu yaasin, sering Ar Rohman, Kadang Al Waqiah, ingin AlKahfi, dzikir bersama dan berdoa sahabat-sahabat kami agar selalu dilindungi dan diberi keselamatan dimanapun dan kemanapun mereka melangkah. Doa yang tak harus di tau oleh kawan-kawan yang telah singgah di rumah singgah tapi tetap kami  kirimkan untuk mereka.

Dinding Poto dari kawan yg pernah menginap
Dinding Poto dari kawan yg pernah menginap

Hingga kini saya berusaha mengabdikan diri pada komunitas Lombok backpacker. Ada yang menyarankan agar Lombok backpacker dibuat agar berbadan Hukum pada notaris agar memiliki  power, selayaknya LSM. Memang  ada baiknya tapi untuk apa. Lombok backpacker memiliki visi dan misi yang jelas, bukan untuk mendapatkan uang, tetapi bagaimana membantu para pejalan. Semua orang boleh bergabung dengan suka rela,tanpa formulir, tanpa uang pendaftaran, datang dan mari jalan-jalan bersama menikmati keindahan Lombok.   Kami ada bukan untuk meminta-minta dana pada pemerintah atau organisasi, apalagi menuntut pemerintahan, kami berusaha membantu bangsa kami dengan cara yang kami bisa lakukan karena sungguh rumah singgah adalah sebuah bangunan yang berpilar pada kekeluargaan.

Buku Tamu di Rumah Singgah
Buku Tamu di Rumah Singgah

Peta wisata Lombok yg kami dapatkan dari DInas Pariwisata sebagai petunjuk jalan-jalan di Lombok, dapat di dapatkan gratis di rumah Singgah.

Lombok itu indah, dan kami besyukur dipercayakan Tuhan diberikan kesempatan lahir,hidup dan berkembang biak di daratan dengan begitu banyak pantai berlaut biru jernih itu. Bentuk syukur kami dengan membantu sahabat kami untuk menikmati ke Lombok dengan mudah,aman,nyaman dan menyenangkan.

Jadi kapan kau ke Lombok kawan?

Ada begitu banyak senyum dan kopi  yang uap hangatnya menanti serupan dari bibir kalian

“sampai ketemu di Lombok yaaaa ^_^

Iklan

20 pemikiran pada “Rumah Singgah Lombok Backpacker

  1. Assalamualaikum Mas Duta…

    Senang dpt mnemukan & mbaca artikel ttg RumSing Lombok. Insya Allah 15 Okt’15 ini saya akan solo traveller ke lombok via Bali pp. Dr Bali, apakah sbaiknya ke Mataram/lombok lsg lalu menyusuri Gili Trawangan atau sebaliknya ? ? Sy sngat ingin mampir ke RumSing saat dsana nanti. Mhn info nya…. trima ksh. Wslm

  2. saya akan solo traveller ke lombok tanggal 22 desember 2015 dari palembang.
    saya perempuan, apakah saya bisa menumpang dirumah singgah tersebut, dan bagaimana cara mencari alamat tersebut bila saya memulai perjalanan dari bandara lombok ?
    terima kasih atas bantuannya.

  3. Wah… Kegiatannya keren. Membaca Yasin tiap hari jumat. Kalau ke Malang, silahkan mampir ke tempat kami. Kami juga baru saja mendirikan rumah singgah grtais dengan nama Omah Backpacker.

      1. Assalamualaikum mas Duta.. Ni nnt saya sendirian mw ke lombok sabtu tgl. 16 april smpek bandara jm. 12 siang. Mngkin InsyAllah saya bs mampir. Ada no tlp/pin bb/wa yg bsa dhubungi mas. Trimakasih mas Duta..

  4. Pingin buka Rumah singgah di Jawa Tengah, Tapi Kotaku Jarang wisata yg bagus. Mbak ajeng, rumah singgahnya dikasih nama rumah singgah malang saja biar mudah melacaknya. Saya jika buka mau saya kasih nama Rumah singgah Jawa Tengah

  5. Hii salam kenal, InsyaAllah saya dan teman2 mau ke lombok bulan des 2016 nanti dan ada rencana mau ke rumah singgah lombo, senang banget baca artikel ini dan semoga bisa ketemu dengan mamak dan bapak, salam dari Irran

  6. Salam kenal mas dari jakarta.
    Mulia sekali niatnya.
    Semoga pada sehat selalu pengurus maupun mamak dan bapak🙏🏼🙏🏼🙏🏼

  7. assallamuallaikum mas..
    infonya sangat membantu sekali…
    mas boleh minta pin bb atau no hpnya?
    rencana saya akan ke lombok akhir bulan desember ini
    terimakasih mas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s