Spearfishing Manusia manusia ingsang.

Pernahkah kalian merasakan tenggelam?? Atau kehabisan nafas saat berada di dalam kolam? Dalam kamus para spearo mereka menyebutnya black out, sebuah keadaan dimana kesadaran menurun karena kekurangan oksigen di dalam tubuh, keadaa ini bisa menyebabkan kematian yang segera jika tidak di tolong.

Mengerikan rasanya berada pada garis batas hidup dan mati. Saya pernah mengalami tahun 2010 saat menolong seorang kawan yang hampir tenggelam karena lelah berenang, ia mecengkram keras penolongnya dan hampir membunuh saya masuk kedalam laut. Kejadian itu membuat trauma bagi kawan saya hingga kini, tapi tidak untuk saya, rasa takut di teliti untuk mencipta solusi menghadapinya.

 

168266_533393913374205_1589038675_n
Poto Yan Yang

Hingga saya berjumpa dengan para manusia insang

Pakaiannya ketat melekat pada semua tubuh, kacamata besar kedap air menutupi hampir semua wajahnya, selang pendek di mulutnya, senjata laras panjang berdaya tarik karet dengan pelontar besi sepanjang hingga 1,5 meter.

Mereka terlihat seperti mahluk dari luar bumi yang invasi ke dunia.

Tapi begitulah kostum wetsuit berbahan dasar karet untuk mengurangi dingin air laut, kacamata snorkel menjaga mata dan hidung dari kemasukan air laut, senjata laras panjang untuk membunuh ikan ikan besar.

 

12342486_10204141864101894_5858362043051048204_n
hay ini saya di kedalam 3 meter

Mereka menyebut dirinya spearo dengan hobby kegiatan xtreme menyelam menahan nafas selama dan sedalam mungkin untuk memburu ikan ikan konsumsi.

 

Selama ini saya mengira manusia berinsang adalah mitos, manusia yang bisa menahan nafas bermenit menit tanpa tabung oksigen, mereka menyelam kedalam laut yang dasarnya sering tak tampak dari permukaan, lama, dalam, paru paru menyemput, telinga mendesak sakit, tapi manusia manusia seperti itu ada. Dan anehnya saya bagian dari mereka.

rob-allen-wallpaper-feb-1024x768

Semua itu berawal dari saya berkenalan dengan salahsatu master free diving Lombok, Farid Bossky namanya. Ia adalah orang yg paling berjasa dalam mengenalkan saya untuk menumbuhkan bibit insang di samping telinga. Bagaimana tidak di latihan kolam air tawar ia bisa tahan hingga 3 menit bersila di bawah air tanpa bernafas sekalipun. Ia dengan senang hati melatih saya, menjelaskan teori dan praktek di kolam, sebelum kemudian melanjutkan prakteknya di air asin aquarium raksasa.

 

Resiko fatal, kematian, kehabisan oksigen, hanyut, diserang ikan predator dengan telaten ia jelaskan kepada saya. Pada kesempatan berikutnya saya berjumpa bosky sedang menyelam di Gili rengit bersama kawanan manusia insang lainnya. Yan Yang, Kakak Aries, Mik Dayat dan seorang Bule yang saya lupa namanya. Mereka menyelam membidik ikan yang berkeliaran di area gili gili itu. saat itu mei 2013 saya pertama kali mencoba menarik sendiri Gun karet berbahan utama kayu jati.

Kesempatan pertama yang tak terlupakan, tembakan pertama saya berhasil mengenai sasaran, ikan ludem seukuan telapak tangan, ikan pertama saya yang kemudian di bakar dan saya konsumsi bersama sambal kecap di tepi pantai Gili Rengit, masya Alloh dan nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan.

2881-DEFAULT-l

Setelah kejadian itu, merasakan tarikan ikan pertama saya, merasakan serunya menahan nafas sambil bermain bersama aneka ikan warna warni, saya memutuskan menabung uang untuk membeli Panah Ikan pada Mik Dayat, seroang sahabat yang memproduksi senajata itu. Beliau hingga kini merupakan master spear fishing yang real dihadapan saya bertahan hingga 3 menit di dalam air, dan menyelam hingga 30 meter tanpa nafas. Beliau dan keluarganya hingga kini menjadi tempat saya menghabiskan banyak waktu untuk bersilaturahmi.

 

Spearfishing adalah merupakan salahsatu teknik mengambil ikan yang tergolong primitive yang telah dikenal oleh nenek moyang kita sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Spearfishing merupakan salahsatu cara mengambil ikan yang dapat dikatakan paling ekologis (ramah lingkungan)   apabila dilakukan dengan teknik yang benar, selektif dan bertanggungjawab. Suatu teknik mengambil ikan yang dahulunya dilakukan dengan cara ditusuk, dipanah atau ditombak menggunakan tongkat kayu, harpoon dan sejenisnya, yang kemudian secara modern berkembang dengan menggunakan senjata khusus yang dikenal dengan Speargun.

Serious-Spearo-Pack

Perlengkapan standar yang sebaiknya ada untuk kegiatan spear fishing antara lain :

  • Masker dansnorkel
  • Pin (kaki katak)
  • Panah ikan (speargun)
  • Baju wetsuit
  • Tali dan pelampung yang mengikata panah dengan pelampung
  • Timah dengan sabuk pemberat (wetbel)
  • Sarung tangan
  • Pisau

 

Sema perlengkapan itu berfungsi untuk meningkatkan keselamatan dan kenyaman dalam spearfishing. Namun perlu di ketahui harga dari pelengkapan di atas cukup membuat kita mengambil kocek yang lebih dalam karena tergolong mahal.

 

Latihan spearfishing harus di awali denga tehnik free diving yang rutin dan berkelanjutan dan harus di temani oleh patner. Jangan sekali kali melakukan kegiatan spearfishing sendirian. Memperhatikan gerak arus, ombak, struktur laut jugam menjadi pertimbangan dalam kegiatan spearfishing.

 

Aturan spearfihing juga cukup banyak, larangan merusak karang, larangang membunuh ikan ikan yang di lindungi seperti ikan hias,manta, hiu, ikan napoleon, menjadi suatu keharusan bagi para manusia insang untuk mentaatinya.

 

12507542_10201376275244689_3240216792266781974_n
Hasil tangkapan Farid Bossky

Di Lombok kegiatan menembaik ikan dengan panah di kenal dengan sebutan “Mokek”. Hampir semua nelayan yang mendiami pesisir Lombok mengenal Mokek ini dengan panah rakitan sendiri. Mereka lebih berani bahkan menyelam lebih dalam dengan bantuan alat pernapasan kompresor hingga kedalam 30 meter berpuluh menit. Resiko menggunakan kompresor sangat besar untuk kesehatan jangka panjang, ancaman keracunan O2 juga membayangi para nelayan itu.

 

bajo dasar laut
Suku  Bajo yang berburu ikan dengan perlengkapan tradisional

Tak seperti para nelayan yang menjual hasil panahan mereka, Saya pribadi melakukan spearfishing untuk hoby sekaligus mencari lauk ikan segar keluarga. Karena hasil laut yang segar sangat lezat, manis dan bergizi. Bayangkan lobster yg mahal di beli dapat di konsumsi dari hasil spearfishing,atau cumi segar disantap bersama keluarga di tepi pantai dengan sambal terasi Lombok, sambil leyeh leyeh bersantai di Gili Gili alami Lombok.

 

12347943_10204170541218804_1980060802356383861_n
Rezeki hari ini,lauk untuk keluarga

Saya masih amatir walau hampir 3 tahun berlatih menyelam, insang saya lambat tumbuh, tak seperti sahabat saya Ary yang belakangan bergabung dalam Team Dena Spearo, dalam 2 tahun insangnya sudah bisa membuatnya menetap dalam air laut hingga kedalam 15 meter.

Tapi tidak mengapa, seperti pesan Mik Dayat master spearfishing kawan saya, ikan itu nomor 2 keselamatan selalu menjadi yang utama bagi para spearo. Pulang ke keluarga dalam keadaan sehat walau tanpa ikan, jauh lebih baik daripada tenggelam bersama beratus kilo ikan dalam lautan.

berikut Link Video spearfishing kami di Lombok :

Iklan

4 pemikiran pada “Spearfishing Manusia manusia ingsang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s